MODEL KOMUNIKASI
MENURUT SHANNON & WEAVER
Pada
dasarnya model komunikasi ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan berdasarkan
tingkat kecermatannya. Terdapat beberapa komponen yang berjalan pada model ini
yaitu : sumber daya informasi (source information)
dipandang sebagai pembuat keputusan (decision maker) yaitu yang
menciptakan dan memutuskan sebuah pesan (message)
apa yang akan dikirim kemudian pesan tersebut diubah oleh pemancar (transmitter) dengan suatu saluran (channel) kepada penerima (receiver) yang kemudian membuat ulang (recreate) pesan tersebut.
Maka
secara garis besarnya model ini mengandaikan bahwa sumber daya informasi
menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia. Pemancar (transmitter)
berfungsi sebagai pengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran
yang dipakai. Saluran adalah media yang mengirim tanda dari pemancar kepada
penerima. Di dalam proses percakapan, sumber informasi adalah otak, pemancar
adalah suara yang menciptakan tanda yang dipancarkan oleh udara. Penerima
adalah mekanisme pendengaran yang kemudian merekonstruksi pesan dari tanda itu.
Tujuannya adalah otak si penerima. Dan konsep penting dalam model ini adalah
gangguan (noise), sedangkan noise tersebut dapat berupa psikologis
ataupun fisik.
Kemudian
saya akan mencoba menerapkan model komunikasi dari Shannon and Weaver beserta
komponennya kedalam sebuah proses pembelajaran.
(Source Information),
Pada komponen yang pertama terdapat
sumber informasi (source information). Dalam hal ini sumber informasi bisa di
dapatkan dari seorang tenaga pendidik (guru/dosen). Misalkan saja guru, pada
proses belajar berlangsung ia menyampaikan isi pesan yang ada pada otaknya yang
berupa materi pelajaran, maka pada saat itu terjadi proses yang namanya encoding yaitu ia mengubah isi pesan yang ada
pada pikirannya menjadi rangkaian kata-kata yang mudah di mengerti dan dipahami
oleh peserta didik.
(Transmitter),
Berupa suara yang
di keluarkan oleh guru untuk disampaikan kepada peserta didik.
(Channel), merupakan
medium dari guru untuk menyampaikan pesan dari transmitter kepada peserta
didik, seperti dengan menggunakan power point melalui layar proyektor, OHP dll.
(Noise Source), Pada proses
penyampaian pesan yang terjadi dari
sumber informasi kepada penerima informasi tidak
lepas dari adanya gangguan (noise). Terdapat dua noise yaitu psikologis dan fisik. Contoh pada noise Psikologis : Peserta didik
yang tidak berkenan belajar dikarenakan mengantuk atau melamun memikirkan sesuatu hal maka dia tidak akan
berkonsentrasi penuh dalam kegiatan belajar.
Sedangkan contoh pada noise Fisik : Gangguan ini dapat berupa suara bising dari
proyek pengerjaan bangunan disekitar lingkungan tempat belajar, hal ini juga dapat menyebabkan peserta didik hilang konsentrasi dalam
kegiatan belajar yang sedang berlangsung.
(Receiver), Receiver atau penerima merupakan
peserta didik yang mendengarkan kata demi kata materi pelajaran yang
disampaikan oleh guru. Maka terjadi proses decoding yaitu tiap-tiap peserta
didik memproses dan merekonstruksi pesan yang disampaikan oleh guru menjadi
sebuah pemahaman yang disimpan pada otaknya.
(Destination), Tujuannya adalah otak si penerima atau peserta
didik, diharapkan peserta didik dapat menangkap pesan sesuai dengan yang
diharapkan oleh sumber informasi atau dalam hal ini guru.
Jika saya dapat simpulkan berdasarkan dari sudut pandang
desainer pembelajaran, pada contoh proses pembelajaran yang saya buat sesuai
model komunikasi ini dibutuhkan kontribusi yang baik dari setiap komponen yang
ada agar pesan yang coba disampaikan dari sumber informasi bisa ditangkap
secara akurat oleh penerima informasi. Seorang guru yang memberikan informasi
diharapkan dapat menggunakan metode yang sesuai dengan latar belakang peserta
didik meliputi catatan akademik, karakteristik tiap-tiap individu serta latar
belakang sosialnya. Pemberi informasi juga harus memperhatikan isi dan tujuan
dari pesan yang akan disampaikan, bagimana isi sesuai dengan tujuan
pembelajaran, kemampuan komunikasi yang baik perlu dimiliki oleh pemberi
informasi agar isi pesan yang dimaksud tidak salah diartikan oleh peserta
didik.
Kemudian peserta didik (audience) harus memiliki sikap
dan perilaku (behavior) yang positif
ketika proses pembelajaran sedang terjadi. Agar hal tersebut tercapai proses
pembelajaran baik dilakukan pada situasi yang kondusif dan nyaman, sehingga
dapat sedikit mengurangi resiko timbulnya gangguan (noise). Ketika peserta
didik sampai pada tahap merekonstruksi pesan yang ada menjadi sebuah data di
dalam otak, hasil atau nilai yang ia dapat pada sebuah ujian misalnya, akan
menjadi pengukur derajat tingkat keberhasilan peserta didik. Keseluruhan dari
upaya ini bertujuan agar makna pesan terkoordinasikan antara pemberi informasi
dengan penerima informasi (isomorfisme).
Tugas Individu Dasar-Dasar Komunikasi
Tri Aditia Nugroho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar