Selasa, 27 November 2012

MODEL KOMUNIKASI MENURUT SHANNON & WEAVER


MODEL KOMUNIKASI MENURUT SHANNON & WEAVER



Pada dasarnya model komunikasi ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Terdapat beberapa komponen yang berjalan pada model ini yaitu : sumber daya informasi (source information) dipandang sebagai pembuat keputusan (decision maker) yaitu yang menciptakan dan memutuskan sebuah pesan (message) apa yang akan dikirim kemudian pesan tersebut diubah oleh pemancar (transmitter) dengan suatu saluran (channel) kepada penerima (receiver) yang kemudian membuat ulang (recreate) pesan tersebut.
Maka secara garis besarnya model ini mengandaikan bahwa sumber daya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia.  Pemancar (transmitter) berfungsi sebagai pengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang dipakai. Saluran adalah media yang mengirim tanda dari pemancar kepada penerima. Di dalam proses percakapan, sumber informasi adalah otak, pemancar adalah suara yang menciptakan tanda yang dipancarkan oleh udara. Penerima adalah mekanisme pendengaran yang kemudian merekonstruksi pesan dari tanda itu. Tujuannya adalah otak si penerima. Dan konsep penting dalam model ini adalah gangguan (noise), sedangkan noise tersebut dapat berupa psikologis ataupun fisik.




Kemudian saya akan mencoba menerapkan model komunikasi dari Shannon and Weaver beserta komponennya kedalam sebuah proses pembelajaran.

(Source Information), Pada komponen yang pertama terdapat sumber informasi (source information). Dalam hal ini sumber informasi bisa di dapatkan dari seorang tenaga pendidik (guru/dosen). Misalkan saja guru, pada proses belajar berlangsung ia menyampaikan isi pesan yang ada pada otaknya yang berupa materi pelajaran, maka pada saat itu terjadi proses yang namanya encoding yaitu ia mengubah isi pesan yang ada pada pikirannya menjadi rangkaian kata-kata yang mudah di mengerti dan dipahami oleh peserta didik.
(Transmitter), Berupa suara yang di keluarkan oleh guru untuk disampaikan kepada peserta didik.
(Channel), merupakan medium dari guru untuk menyampaikan pesan dari transmitter kepada peserta didik, seperti dengan menggunakan power point melalui layar proyektor, OHP dll.
(Noise Source), Pada proses penyampaian pesan yang  terjadi dari sumber informasi kepada penerima informasi tidak lepas dari adanya gangguan (noise). Terdapat dua noise yaitu psikologis dan fisik. Contoh pada noise Psikologis : Peserta didik yang tidak berkenan belajar dikarenakan mengantuk atau melamun memikirkan sesuatu hal maka dia tidak akan berkonsentrasi penuh dalam kegiatan belajar. Sedangkan contoh pada noise Fisik : Gangguan ini dapat berupa suara bising dari proyek pengerjaan bangunan disekitar lingkungan tempat belajar, hal ini juga dapat menyebabkan peserta didik hilang konsentrasi dalam kegiatan belajar yang sedang berlangsung.
(Receiver), Receiver atau penerima merupakan peserta didik yang mendengarkan kata demi kata materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Maka terjadi proses decoding yaitu tiap-tiap peserta didik memproses dan merekonstruksi pesan yang disampaikan oleh guru menjadi sebuah pemahaman yang disimpan pada otaknya.
(Destination), Tujuannya adalah otak si penerima atau peserta didik, diharapkan peserta didik dapat menangkap pesan sesuai dengan yang diharapkan oleh sumber informasi atau dalam hal ini guru.
           
            Jika saya dapat simpulkan berdasarkan dari sudut pandang desainer pembelajaran, pada contoh proses pembelajaran yang saya buat sesuai model komunikasi ini dibutuhkan kontribusi yang baik dari setiap komponen yang ada agar pesan yang coba disampaikan dari sumber informasi bisa ditangkap secara akurat oleh penerima informasi. Seorang guru yang memberikan informasi diharapkan dapat menggunakan metode yang sesuai dengan latar belakang peserta didik meliputi catatan akademik, karakteristik tiap-tiap individu serta latar belakang sosialnya. Pemberi informasi juga harus memperhatikan isi dan tujuan dari pesan yang akan disampaikan, bagimana isi sesuai dengan tujuan pembelajaran, kemampuan komunikasi yang baik perlu dimiliki oleh pemberi informasi agar isi pesan yang dimaksud tidak salah diartikan oleh peserta didik.
            Kemudian peserta didik (audience) harus memiliki sikap dan perilaku (behavior) yang positif ketika proses pembelajaran sedang terjadi. Agar hal tersebut tercapai proses pembelajaran baik dilakukan pada situasi yang kondusif dan nyaman, sehingga dapat sedikit mengurangi resiko timbulnya gangguan (noise). Ketika peserta didik sampai pada tahap merekonstruksi pesan yang ada menjadi sebuah data di dalam otak, hasil atau nilai yang ia dapat pada sebuah ujian misalnya, akan menjadi pengukur derajat tingkat keberhasilan peserta didik. Keseluruhan dari upaya ini bertujuan agar makna pesan terkoordinasikan antara pemberi informasi dengan penerima informasi (isomorfisme).

Tugas Individu Dasar-Dasar Komunikasi
Tri Aditia Nugroho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar